Selasa, 25 Juni 2013

Diantara Kalian

kami dipertemukan dengan cara yang menurutku sedikit aneh, tapi aku rasa smua itu takdir. Sore itu, pandanganku tiba-tiba  terarah pada sesosok pria tinggi berkulit coklat yang berdiri menatap kearah  jendela ruangan dimana sesosok pria separuh baya sedang terbaring lemah.. dia terlihat sangat cemas dengan tatapan sendu yang
tersirat diwajahnya.

" clara ! " tiba-tiba suara bowo muncul dan membuyarkan pandanganku.

"duh ! bowo ngagetin aja sih . manggil gue kaya manggil tukang ojek aja." gumamku sedikit kesal

" haha.. sorry deh, lagian elo bengong aja .lagi liatin siapa sih? " tanyanya dengan nada sedikit menggodaku.

"idih, keppo banget sih lo !"  . Bowo hanya tertawa sambil mengusap-usap kepalaku. tiba- tiba pandangan bowo terarah pada sosok pria yang tadi sempat menyita perhatianku dan tanpa aba-aba bowo memanggil pria itu .

" eh ..Gusty !"
 . pria itu menoleh dan menghampiri Bowo yang sedang duduk tepat disampingku.

" Bowo ? apa kabar lo? "

"
 Baik , 
 lo kok ada disini ? siapa yang sakit ? " 

" Bokap gue , semalem sakit jantungnya kambuh ". aku hanya terdiam mendengarkan percakapan mereka sambil memandangi wajah pria itu .

" nih kenalin sahabat gue , Clara "
 .pria itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya kearah ku.
" Gue Gusty ".
"
 Clara ". ujarku sambil meraih tangannya. Entah mengapa aku merasa begitu gugup saat tangan kekarnya menggenggam jari-jari tanganku.ini aneh , terasa sangat aneh.
Sejak hari itu ,  Kami jadi sering bertemu, akupun sering menemaninya di rumah sakit untuk menjaga ayahnya yang sedang terbaring lemah. 
" Udah malem ra, gue anter lo pulang ya "

" eh gak usah, gue pulang aja naik taxi ". 

" Jangan ! bahaya ra . biar gue aja yang anterin lo .oke? ". entah mengapa kata-kata itu membuat jantungku berdebar-debar, aku merasa diasenang dia menghawatirkan aku dan saat itu juga aku menyadari aku menyukai Gusty. 

" tapi bokap lo siapa yang jagain?".

"nanti gue bilang suster biar dia jagain sebentar".

'yaudah deh , yuk".

 mobil melaju setengah kencang menembus ramainya jalanan ibukota, kami berbincang banyak hal sepanjang perjalanan menuju rumahku. 
"dia pria yang menyenangkan.." ujarku dalam hati 
 tiba-tiba Gusty menghentikan mobilnya di depan sebuah taman . 

" Ra, ada yang mau gue omongin."

" loh ? bukannya dari tadi kita udah ngomong melulu ya? "

" iya juga sih , tapi ini beda."

"
 mau ngomong apaan emangnya? tinggal ngomong aja ". tiba-tiba dia menggenggam tanganku dan menatapku dengan tatapan yang berbeda dari biasanya. 
" Gue suka sama lo Ra". aku hanya terdiam dan memasang ekspresi seperti orang idiot setelah mendengar apa yang Gusty ucapkan.

" Jangan becanda deh ah ! Gak lucu."

" Gue serius Ra"

" Tapi.. kata Bowo Lo udah punya cewe ".

" iya emang bener gue udah punya cewe?"

" terus? kenapa lo ngomong kaya gini ke gue?"
" Hubungan gue sama dia udah gak bisa dilanjutin lagi ,terlalu banyak masalah  yang udah gak bisa diperbaikin lagi."

" Tapi tetep aja ,lo gak bisa kaya gini . fikirin perasaan cewek lo !".

" Ra.. GUE SAYANG SAMA LO ! " . 
aku hanya diam terpaku ,tak mengerti apa yang dia fikirkan. 
"Cukup Gusty !". 

Aku berlari keluar dari mobil .Fikiranku benar-benar dikacaukan oleh Gusty. Disatu sisi  Aku tidak ingin menjadi HAMA didalam hubungan mereka. tapi, disisi lain aku juga tidak bisa membohongi perasaanku yang telah jatuh hati pada Gusty.

**
Setelah kejadian malam itu aku enggan untuk bertemu Gusty bahkan aku menghindarinya. Aku takut perasaan ku semakin kacau dan mengambil keputusan yang salah.

“ Lu kenapa Ra? Akhir-akhir ini gue sering liat lu ngelamun kaya ayam kena tetelo. ” ujar Bowo sambil setengah mengejekku.

“gak apa-apa kok Bowo”

“akkhh .. pasti boong deh, I know you so well Ra”.

“duh ! udah kaya lagu sm*sh aja sih lu bowo.”.

“ hehee. Makanya cerita dong. Gak biasanya lo nutupin masalah lo ke gue”.

“Gusty ,bow.. dia nyatain perasaannya ke gue”.

“what?! Serius Ra? Terus?lu terima dia?”.

“Belom blo’on. Gue bingung mau jawab apaan . secara dia pacar orang kan?”

“iya sih, tapi yang gue tau hubungan Gusty ama cewenya udah renggang banget.bahkan bisa dibilang cewenya udah gak perduli sama Gusty lagi.”

“duh ! masa? Trus kenapa mereka gak putus aja?”

“Gusty masih nunggu cewenya minta putus karna dia gak mau mutusin duluan”
“ahh.. sial ! gue kejebak gini..”

“gue tau kok Ra, lu suka kan sama Gusty? Udah Ra kalo menurut gue sih jalanin dulu aja. Lu Cuma perlu kasih dia waktu sampe masalah nya ama cewenya itu kelar”

Aku hanya terdiam mendengar ucapan Bowo .mungkin memang seharusnya aku memberikan kesempatan untuk Gusty.Aku langsung beranjak pergi meninggalkan Bowo menuju rumah sakit untuk menemui Gusty. Aku berjalan dikoridor rumah sakit sambil setengah berlari menuju ruangan dimana ayahnya dirawat. Tapi ternyata Gusty tak berada disana. Aku terus mencarinya dan akhirnya  aku menemukan Gusty sedang terdiam duduk sendirian ditaman.

“ Gusty !” aku berlari kearahnya dan langsung memeluknya.

“Clara, gue…..”

“ maafin gue Gusty, gak seharusnya gue ngehindarin lo. Gue sadar gue juga sayang sama elo”
Gusty  melepaskan pelukanku dan menatapku dengan dalam.

“ Lo serius Ra? “

“ iyaa gue serius, belakangan ini gue mikirin tentang apa yang lo omongin , tentang apa yang gue rasain . gue juga ternyata Sayang sama Lo”

“makasih ya Ra..” Gusty memelukku dengan erat ,aku merasakan pelukannya begitu hangat dan nyaman..membuatku yakin bahwa dia benar-benar menyayangiku.

**
Tidak terasa ,hubungan kami telah berjalan 1 tahun ..bersama Gusty aku merasa sangat bahagia dan semakin lama aku semakin menyayangi Gusty..  

jangan dibuka dulu matanya. Awas aja kalo dibuka.”

“ Lo mau ngapain sih ? repot banget ” gumamku sedikit sewot karena sepanjang perjalanan gusty melarangku membuka mata. Gusty membawaku ke sebuah tempat yang berada didekat pesisir pantai .Tempat itu dipenuhi dengan cahaya-cahaya lilin.

“Happy Anniversary yaa sayang”. Gusty mencium keningku dan memberikanku hadiah sebuah cincin dan dia memasangkannya di jari manisku.

 “ya ampuun .. makasih banget ya sayang...”.

iya sayang , gue sayang banget sama lo Ra. jangan pernah berubah ya. “

“iyaa sayang ,Gue janji kok gue gak akan berubah . lagi pula gue kan bukan power ranger .

“iih lo mah ngerusak moment aja .gak bisa banget diajak seriusan sedikit“.

“iya iya maaf sih . jangan manyun gitu dong sayang ”. aku memeluk gusty dan menciumnya.. aku benar-benar merasa bahagia karna telah memilikinya.

“Gusty !” tiba-tiba ada seorang wanita memanggil dan menghampiri Gusty . wanita itu mendaratkan sebuah tamparan  diwajah Gusty. Ternyata itu Nayra , pacar pertama Gusty . Aku hanya terdiam ,tak mengerti apa yang harus aku lakukan.

“  Brengsek lo ya ! ternyata ini yang Lo lakuin dibelakang gue ! “.

“ iya gue emang brengsek ! tapi sadar gak lo kenapa gue kaya gini? Hubungan kita udah susah buat diperbaikin ,terlalu banyak masalah. Dan lagi Gue cape Nay selalu gak dianggep sama lo ..”

“ jadi ? Cuma gara-gara itu lo ngeduain gue sama cewe ini? “

“ bukan karna itu , ini juga karna dia bisa ngasih apa yang gak bisa lo kasih !”

“ Gue udah kasih segalanya ya buat lo, ini balesan dari lo?”

“ Gue gak butuh apa2 nay ,Gue Cuma butuh perhatian lo”

Nayra terdiam mendengar perkataan gusty,  terlihat ada gurat penyesalan di wajahnya.

“ Gusty.. mungkin lebih baik  sekarang lo pilih siapa yang mau lo pertahanin , Nayra atau gue.”
Gusty terlihat sangat bingung untuk memutuskannya. Disaat itulah aku tersadar, Gusty masih memiliki perasaan yang besar pada Nayra. Aku hanya bisa menangis dan pasrah dengan apa yang akan terjadi.

“ dia bener, lo harus milih antara gue dan dia”.

“ Gue gak bisa mutusin sekarang”
“gak ! lo harus Gusty.. kita gak mungkin terus-terusan jalanin hubungan kaya gini”

“tapi Ra.. gue..”

“ yaudah biar gue aja yang mundur ! mendingan lo pilih Nayra aja. Gue ngerti kok Gusty kalo lo masih sayang sama Nayra.emang seharusnya dari awal gue gak masuk kehubungan kalian .apapun alasannya ..”

“tapi Ra….”

“Cukup Gusty ! Gue ngerti ko“ .

“maafin gue ya Ra.. Jujur Gue emang sayang sama lo , tapi gue juga masih belom bisa ninggalin Nayra “

“cukup Gusty.. lupain aja jangan dibahas lagi. Oiya, gue juga gak bisa simpen ini, mungkin lebih baik lo pasangin cincin ini di jari Nayra”

“Nay , gue minta maaf ya udah lancang jatuh cinta sama pacar lo. Maaf smua ini salah gue..”

“gak kok ra. Lo gak salah , kalo aja gue ngasih perhatian lebih mungkin kejadian ini gak akan pernah ada. Makasih ra , lo udh mau ngalah.”

“iyaa Nay ….”

Tanpa basa basi aku pergi meninggalkan mereka.. ini benar-benar menyakitkan perasaan ku.sejak malam itu aku tidak lagi bertemu Nayra ataupu Gusty.. mungkin akan lebih baik jika aku menghilang dari kehidupan mereka. Biar cerita ku bersama Gusty menjadi kenangan paling indah sekaligus paling menyakitkan dan hanya akan aku simpan untukku sendiri.

Menjadi yang kedua itu tidak selamanya menyenangkan.dan ketika pengorbananmu tidak menjadi pilihan, hanya luka yang akan kamu terima.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar