kami dipertemukan dengan cara yang menurutku sedikit aneh, tapi
aku rasa smua itu takdir. Sore itu, pandanganku tiba-tiba terarah pada
sesosok pria tinggi berkulit coklat yang berdiri menatap kearah jendela
ruangan dimana sesosok pria separuh baya sedang terbaring lemah.. dia terlihat
sangat cemas dengan tatapan sendu yang
tersirat diwajahnya.
" clara ! " tiba-tiba suara bowo muncul dan membuyarkan
pandanganku.
"duh ! bowo ngagetin aja sih . manggil gue kaya manggil tukang ojek aja." gumamku sedikit kesal
" haha.. sorry deh,
lagian elo bengong aja .lagi liatin siapa sih? " tanyanya dengan nada sedikit menggodaku.
"idih, keppo banget
sih lo !" . Bowo hanya tertawa
sambil mengusap-usap kepalaku. tiba- tiba pandangan bowo terarah pada sosok
pria yang tadi sempat menyita perhatianku dan tanpa aba-aba bowo memanggil pria
itu .
" eh ..Gusty !" . pria itu menoleh dan menghampiri Bowo yang sedang duduk tepat disampingku.
" Bowo ? apa kabar lo? "
" Baik ,
lo kok ada disini
? siapa yang sakit ? "
" Bokap gue ,
semalem sakit jantungnya kambuh ". aku hanya terdiam mendengarkan percakapan mereka sambil
memandangi wajah pria itu .
" nih kenalin sahabat gue , Clara " .pria itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya kearah ku.
" Gue Gusty ".
" Clara ". ujarku sambil meraih tangannya. Entah mengapa aku merasa begitu gugup saat tangan kekarnya menggenggam jari-jari tanganku.ini aneh , terasa sangat aneh.
" Clara ". ujarku sambil meraih tangannya. Entah mengapa aku merasa begitu gugup saat tangan kekarnya menggenggam jari-jari tanganku.ini aneh , terasa sangat aneh.
Sejak hari itu ,
Kami jadi sering bertemu, akupun sering menemaninya di rumah sakit untuk
menjaga ayahnya yang sedang terbaring lemah.
" Udah malem ra,
gue anter lo pulang ya ".
" eh gak usah, gue pulang aja naik taxi ".
" Jangan ! bahaya ra . biar gue aja yang anterin lo .oke? ". entah mengapa kata-kata itu membuat jantungku berdebar-debar, aku merasa diasenang dia menghawatirkan aku dan saat itu juga aku menyadari aku menyukai Gusty.
" tapi bokap lo
siapa yang jagain?".
"nanti gue bilang
suster biar dia jagain sebentar".
'yaudah deh , yuk".
mobil melaju
setengah kencang menembus ramainya jalanan ibukota, kami berbincang banyak hal
sepanjang perjalanan menuju rumahku.
"dia pria yang
menyenangkan.." ujarku dalam hati
tiba-tiba Gusty menghentikan mobilnya di
depan sebuah taman .
" Ra, ada yang mau gue omongin."
" loh ? bukannya dari tadi kita udah ngomong melulu ya? "
" iya juga sih , tapi ini beda."
" mau ngomong apaan emangnya? tinggal ngomong aja ". tiba-tiba dia menggenggam tanganku dan menatapku dengan tatapan yang berbeda dari biasanya.
" Gue suka sama lo
Ra". aku hanya terdiam dan
memasang ekspresi seperti orang idiot setelah mendengar apa yang Gusty ucapkan.
" Jangan becanda deh ah ! Gak lucu."
" Gue serius Ra"
" Tapi.. kata Bowo
Lo udah punya cewe ".
" iya emang bener
gue udah punya cewe?"
" terus? kenapa lo ngomong kaya gini ke gue?"
" Hubungan gue sama dia udah gak bisa dilanjutin lagi ,terlalu banyak masalah yang udah gak bisa diperbaikin lagi."
" Tapi tetep aja
,lo gak bisa kaya gini . fikirin perasaan cewek lo !".
" Ra.. GUE SAYANG SAMA LO ! " . aku hanya diam terpaku ,tak mengerti apa yang dia fikirkan.
"Cukup Gusty !".
Aku berlari keluar dari
mobil .Fikiranku benar-benar dikacaukan oleh Gusty. Disatu sisi Aku tidak
ingin menjadi HAMA didalam hubungan mereka. tapi, disisi lain aku juga tidak
bisa membohongi perasaanku yang telah jatuh hati pada Gusty.
**
Setelah kejadian malam
itu aku enggan untuk bertemu Gusty bahkan aku menghindarinya. Aku takut
perasaan ku semakin kacau dan mengambil keputusan yang salah.
“ Lu kenapa Ra? Akhir-akhir ini gue sering liat lu ngelamun kaya
ayam kena tetelo. ” ujar Bowo sambil
setengah mengejekku.
“gak apa-apa kok Bowo”
“akkhh .. pasti boong deh, I know you so well Ra”.
“duh ! udah kaya lagu sm*sh aja sih lu bowo.”.
“ hehee. Makanya cerita dong. Gak biasanya lo nutupin masalah lo
ke gue”.
“Gusty ,bow.. dia nyatain perasaannya ke gue”.
“what?! Serius Ra? Terus?lu terima dia?”.
“Belom blo’on. Gue bingung mau jawab apaan . secara dia pacar
orang kan?”
“iya sih, tapi yang gue tau hubungan Gusty ama cewenya udah
renggang banget.bahkan bisa dibilang cewenya udah gak perduli sama Gusty lagi.”
“duh ! masa? Trus kenapa mereka gak putus aja?”
“Gusty masih nunggu cewenya minta putus karna dia gak mau mutusin
duluan”
“ahh.. sial ! gue kejebak gini..”
“gue tau kok Ra, lu suka kan sama Gusty? Udah Ra kalo menurut gue
sih jalanin dulu aja. Lu Cuma perlu kasih dia waktu sampe masalah nya ama cewenya
itu kelar”
Aku hanya terdiam mendengar ucapan Bowo .mungkin memang seharusnya
aku memberikan kesempatan untuk Gusty.Aku langsung beranjak pergi meninggalkan
Bowo menuju rumah sakit untuk menemui Gusty. Aku berjalan dikoridor rumah sakit
sambil setengah berlari menuju ruangan dimana ayahnya dirawat. Tapi ternyata
Gusty tak berada disana. Aku terus mencarinya dan akhirnya aku menemukan Gusty sedang terdiam duduk
sendirian ditaman.
“ Gusty !” aku
berlari kearahnya dan langsung memeluknya.
“Clara, gue…..”
“ maafin gue Gusty, gak seharusnya gue ngehindarin lo. Gue sadar
gue juga sayang sama elo”
Gusty melepaskan pelukanku
dan menatapku dengan dalam.
“ Lo serius Ra? “
“ iyaa gue serius, belakangan ini gue mikirin tentang apa yang lo
omongin , tentang apa yang gue rasain . gue juga ternyata Sayang sama Lo”
“makasih ya Ra..” Gusty memelukku dengan erat ,aku merasakan pelukannya begitu
hangat dan nyaman..membuatku yakin bahwa dia benar-benar menyayangiku.
**
Tidak terasa ,hubungan
kami telah berjalan 1 tahun ..bersama Gusty aku merasa sangat bahagia dan
semakin lama aku semakin menyayangi Gusty..
“jangan dibuka dulu matanya. Awas aja kalo dibuka.”
“ Lo mau ngapain sih ? repot banget ” gumamku
sedikit sewot karena sepanjang perjalanan gusty melarangku membuka mata. Gusty
membawaku ke sebuah tempat yang berada didekat pesisir pantai .Tempat itu
dipenuhi dengan cahaya-cahaya lilin.
“Happy Anniversary yaa sayang”. Gusty mencium keningku dan memberikanku hadiah sebuah cincin dan
dia memasangkannya di jari manisku.
“ya ampuun .. makasih banget
ya sayang...”.
“ iya sayang , gue sayang banget sama lo Ra. jangan pernah berubah ya. “
“ iya sayang , gue sayang banget sama lo Ra. jangan pernah berubah ya. “
“iyaa sayang ,Gue janji kok gue gak akan berubah . lagi pula gue
kan bukan power ranger .
“iih lo mah ngerusak moment aja .gak bisa banget diajak seriusan
sedikit“.
“iya iya maaf sih . jangan manyun gitu dong sayang ”. aku memeluk gusty dan menciumnya.. aku benar-benar merasa bahagia karna telah memilikinya.
“iya iya maaf sih . jangan manyun gitu dong sayang ”. aku memeluk gusty dan menciumnya.. aku benar-benar merasa bahagia karna telah memilikinya.
“Gusty !”
tiba-tiba ada seorang wanita memanggil dan menghampiri Gusty . wanita itu
mendaratkan sebuah tamparan diwajah
Gusty. Ternyata itu Nayra , pacar pertama Gusty . Aku hanya terdiam ,tak
mengerti apa yang harus aku lakukan.
“ Brengsek lo ya ! ternyata
ini yang Lo lakuin dibelakang gue ! “.
“ iya gue emang brengsek ! tapi sadar gak lo kenapa gue kaya gini?
Hubungan kita udah susah buat diperbaikin ,terlalu banyak masalah. Dan lagi Gue
cape Nay selalu gak dianggep sama lo ..”
“ jadi ? Cuma gara-gara itu lo ngeduain gue sama cewe ini? “
“ bukan karna itu , ini juga karna dia bisa ngasih apa yang gak
bisa lo kasih !”
“ Gue udah kasih segalanya ya buat lo, ini balesan dari lo?”
“ Gue gak butuh apa2 nay ,Gue Cuma butuh perhatian lo”
Nayra terdiam mendengar
perkataan gusty, terlihat ada gurat
penyesalan di wajahnya.
“ Gusty.. mungkin lebih baik
sekarang lo pilih siapa yang mau lo pertahanin , Nayra atau gue.”
Gusty terlihat sangat
bingung untuk memutuskannya. Disaat itulah aku tersadar, Gusty masih memiliki
perasaan yang besar pada Nayra. Aku hanya bisa menangis dan pasrah dengan apa
yang akan terjadi.
“ dia bener, lo harus milih antara gue dan dia”.
“ Gue gak bisa mutusin sekarang”
“gak ! lo harus Gusty.. kita gak mungkin terus-terusan jalanin
hubungan kaya gini”
“tapi Ra.. gue..”
“ yaudah biar gue aja yang mundur ! mendingan lo pilih Nayra aja. Gue
ngerti kok Gusty kalo lo masih sayang sama Nayra.emang seharusnya dari awal gue
gak masuk kehubungan kalian .apapun alasannya ..”
“tapi Ra….”
“Cukup Gusty ! Gue ngerti ko“ .
“maafin gue ya Ra.. Jujur Gue emang sayang sama lo , tapi gue juga
masih belom bisa ninggalin Nayra “
“cukup Gusty.. lupain aja jangan dibahas lagi. Oiya, gue juga gak
bisa simpen ini, mungkin lebih baik lo pasangin cincin ini di jari Nayra”
“Nay , gue minta maaf ya udah lancang jatuh cinta sama pacar lo.
Maaf smua ini salah gue..”
“gak kok ra. Lo gak salah , kalo aja gue ngasih perhatian lebih
mungkin kejadian ini gak akan pernah ada. Makasih ra , lo udh mau ngalah.”
“iyaa Nay ….”
Tanpa basa basi aku pergi meninggalkan mereka.. ini benar-benar
menyakitkan perasaan ku.sejak malam itu aku tidak lagi bertemu Nayra ataupu
Gusty.. mungkin akan lebih baik jika aku menghilang dari kehidupan mereka. Biar
cerita ku bersama Gusty menjadi kenangan paling indah sekaligus paling
menyakitkan dan hanya akan aku simpan untukku sendiri.
Menjadi yang kedua itu tidak selamanya menyenangkan.dan ketika
pengorbananmu tidak menjadi pilihan, hanya luka yang akan kamu terima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar